Vademekum Benda Cagar Budaya

(6) A (20) B (48) C (22) D (15) E (3) F (3) G (19) H (5) I (7) J (12) K (41) L (20) M (26) N (4) O (2) P (71) R (14) S (31) T (40) U (6) V (2) W (6) Y (2)

Cakram, Benda pipih berbentuk lingkaran dengan bagian tengah menebal

CUNGKUP, Bangunan pelindung mirip balai atau rumah. Sering ditemukan pada makam. (Lihat: Balai, Candi, dan Rumah)

 

CORONG, Alat penyalur suara, udara, atau cairan berbentuk kerucut, bermulut lebar yang diakhiri dengan sebuah pipa pendek. Salah satu ujungnya berukuran lebih besar dibandingkan lainnya.    (Lihat: Cerobong)

 

 

CORDON (Ing.), Tonjolan melingkar pada wadah keramik atau logam yang merupakan tambahan. Cordon selain bersifat dekoratif juga berguna untuk memudahkan pemegangan wadah saat dipindahkan.

 

 

COBEK (Jw.), Alat  pelumat ramuan berupa wadah dengan permukaan cekung terbuat dari keramik, kayu, atau  batu. Cobek digunakan bersama alat lain bernama ulekan dan pada umumnya memiliki denah membulat atau lonjong. Nama lainnya batu lado, batu base, atau cowek. Nama lain untuk ulekan, yaitu anak batu lado atau pengulakan. (Lihat: Pipisan)

 

 

CITRA, Goresan atau gambar yang tidak dapat dipindahkan dari media tempatnya berada. Fresko atau pahatan yang dibuat pada tebing batu dapat disebut pula sebagai citra. (Lihat: Fitur dan Fresko)

 

CINCIN, Jenis perhiasan yang dikenakan pada jari tangan. Umumnya memiliki lubang di bagian tengah dan berbentuk melingkar. (Lihat: Perhiasan)

 

CHOPPER (Ing.), Kapak sederhana dari masa paleolitik yang dihasilkan melalui proses pemangkasan pada salah satu sisinya, dengan tetap meninggalkan sebagian permukaan batu dalam keadaan asli untuk digenggam. Bagian tajaman chopper umumnya membentuk garis lengkung.

 

CETING (Jw.), Wadah tempat menghidangkan nasi. Bentuknya mirip bokor, bermulut lebar, dan berbadan tambun. Biasanya memiliki permukaan yang berlubang-lubang. (Lihat: Bokor)

 

CETAKAN, Alat untuk mencetak. Cetakan dipakai untuk membentuk benda-benda lunak, tipis, atau cair dengan teknik cor, tekan, atau tempa. Ada dua jenis cetakan, yaitu cetakan positif dan cetakan negatif. Cetakan positif akan menghasilkan permukaan benda yang cekung, sedangkan cetakan negatif menghasilkan permukaan benda yang cembung. (Lihat: Cap dan Stempel)

 

CEROBONG, Bangunan, bagian, atau unsur bangunan berbentuk pipa menjulang ke atas yang berfungsi sebagai saluran pembuangan udara atau asap. (Lihat: Pipa)

 

CERMIN, Benda kaca atau logam yang mengkilat, dipakai untuk memantulkan citra objek-objek yang berada di hadapannya. 

 

CEPUK, Wadah penyimpanan berukuran kecil yang memiliki tutup. Ukuran tutup cepuk sama besar atau mendekati ukuran mulut wadah di bawahnya. Cepuk dapat terbuat dari kayu, keramik, atau logam. (Lihat: Wadah)

 

CELUPAK, Pelita sederhana tanpa gagang dan  tutup maupun lubang sumbu. Sumbu pada celupak diletakkan pada bagian tepian yang menjorok keluar dan menyempit. Biasanya terbuat dari tembikar. (Lihat: Pelita)

 

CELANA, Pakaian yang digunakan untuk menutup tubuh bagian pinggang ke bawah. Celana umumnya memiliki pembungkus tungkai kaki yang terpisah antara bagian kanan dan kiri. Berdasarkan panjangnya, celana dapat dibedakan atas celana pendek dan celana panjang. Celana pendek memiliki pembungkus tungkai sampai dengan batas lutut, sedangkan celana panjang pembungkus tungkainya sampai dengan pergelangan kaki. (Lihat: Pakaian dan Sarung)

 

 CAWAN, Wadah terbuka serupa mangkuk tanpa kaki. (Lihat: Mangkuk)

 
CAP

CAP, Hasil cetak pada sebuah media yang dibuat melalui metode tekan dengan menggunakan stempel atau benda-benda lain untuk keperluan itu. (Lihat: Stempel dan Cetakan)

 

CANGKIR, Wadah minum mirip  mangkuk berukuran  relatif kecil  dengan sebuah tangkai berbentuk melingkar menempel di bagian badannya. Cangkir umumnya terbuat dari keramik atau kaca. (Lihat: Gelas dan Mangkuk)

 

CANDRASENGKALA, Sistem pertanggalan yang dinyatakan dengan gambar, kalimat, atau huruf berdasarkan rumus tertentu. Nama lainnya kronogram

 

CANDRASA, Kapak upacara bertangkai terbuat dari perunggu, yang hanya digunakan untuk kepentingan upacara. Sebagai benda upacara, candrasa sering diberi hiasan sehingga tidak mencerminkan lagi fungsi praktisnya. (Lihat: Kapak)

 

CANDI, Bangunan suci agama Hindu atau Budha. Sebagai sebuah sistem, pada candi biasanya dapat dijumpai bangunan-bangunan seperti gapura, biara, bangunan perwara, bangunan induk, bangunan apit, pagar keliling, dan arca penjaga pintu.  Di Bali candi disebut pura/pure, di Jawa Timur juga disebut cungkup, sedangkan candi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara ada yang menyebutnya sebagai biaroBangunan induk adalah bangunan utama pada candi yang menjadi pusat kesucian kompleks. Pada bangunan ini dapat ditemukan arca dewa-dewa utama yang menjadi objek pemujaan. Bangunan perwara adalah bangunan-bangunan berukuran lebih kecil yang menjadi pelengkap atau penyerta bangunan induk. Bangunan yang berada di samping kiri-kanan bangunan induk disebut bangunan apit. (Lihat: Biara, Cungkup, Dwarapala, Gapura, dan Kompleks)

 

CALON KAPAK, Kapak yang belum jadi. Pengerjaannya kasar dan baru memperlihatkan bentuk dasarnya. (Lihat: Kapak)