Abu, Partikel Halus hasil pembakaran sempurna bahan-bahan organik(hewan, tumbuh-tumbuhan, dan manusia) atau bahan anorganik mirip debu hasil letusan gunung berapi( lihat Arang)
Abu, Partikel Halus hasil pembakaran sempurna bahan-bahan organik(hewan, tumbuh-tumbuhan, dan manusia) atau bahan anorganik mirip debu hasil letusan gunung berapi( lihat Arang)
Adobe(Ing.) Bahan Bangunan terbuat dari tanah liat yang tidak dibakar melainkan dikeringkan di bawah sinar matahari. (lihat: Bata dan Pise
Benda atau struktur yang menjadi kedudukan atau tumpuan bagi benda atau struktur lain di atasnya. Misalnya alas pada arca disebut lapik, sedang pada piring, gelas, atau cangkir disebut tatakan.
(Lihat: Arca, Bangunan, Cangkir, dan Selasar)
Pelindung telapak kaki. Berdasarkan atas jenisnya dapat dibedakan menjadi sepatu dan terompah. Sepatu adalah alas kaki yang membungkus jari jemari hingga mata kaki secara keseluruhan. Sedangkan terompah adalah
alas kaki terbuka dengan sepasang atau lebih tali sebagai pengikat. Terdapat jenis terompah lain yang tidak menggunakan tali melainkan batang kayu mirip payung atau logam pendek yang dijepitkan diantara jemari kaki. Alas kaki disebut juga kasut.
Artefak atau ekofak yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Alat dapat terbuat dari bahan-bahan organik maupun anorganik. (Lihat: Artefak, Ekofak, dan Perkakas).
Diantara jenis-jenis alat dapat disebutkan, misalnya:
Alat bunyi-bunyian, semua alat yang dapat menghasilkan bunyi. Alat bunyi-bunyian tidak harus berupa alat musik. Kentongan atau kerincingan misalnya, tidak dibuat sebagai alat musik seperti halnya terompet, piano, atau rebab karena tidak dapat menghasilkan nada-nada yang berbeda.
Alat musik, alat bunyi-bunyian yang dapat menghasilkan nada dan irama. Berdasarkan penggunaannya, alat musik dibedakan atas alat pukul (tambur atau kolintang), alat tiup (suling atau terompet), alat gesek (biola atau rebab), alat goyang (angklung), dan alat petik (gitar atau kecapi). Perbedaan nada pada gitar misalnya, dihasilkan melalui perbedaan ukuran panjang atau ketebalan dawai.
Alat ukur, semua alat yang digunakan untuk mengetahui nilai berat, dimensi, kadar, tekanan, lentur, kecepatan, waktu, volume, dan jenis ukuran lainnya.
Alat transportasi, alat atau kendaraan yang digunakan untuk memindahkan barang atau manusia dari suatu tempat ke tempat lain. Keranjang pikul, kereta dorong, mobil, sepeda, atau pesawat terbang adalah contoh alat transportasi.
Alat pertukangan, semua alat yang digunakan misalnya untuk membuat peralatan, bangunan, atau perabot, dapat berupa alat pukul (palu), alat untuk menyambung (las), alat untuk melubangi (bor), alat memotong (gergaji), alat untuk memahat dan mengukir (pahat), alat mengikat (tali), dsb.
ALTAR, Bangunan, komponen bangunan, atau mebel berbentuk mirip meja yang digunakan sebagai tempat untuk penyelenggaraan upacara keagamaan.
Altar biasanya dijumpai pada tempat-tempat yang dianggap suci. (Lihat: Mebel)
ALU, Alat penumbuk terbuat dari kayu, logam, atau batu. Berbentuk silindrik memanjang, salah satu ujungnya dibentuk membulat. Alu pada umumnya digunakan bersama lumpang atau lesung. (Lihat: Gandik, Lesung, dan Lumpang)
ARCA, Artefak yang dibentuk menyerupai manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, atau bentuk lain yang dibuat secara tiga dimensi. Arca dapat dihasilkan melalui teknik bentukan tangan, pahat, cetak, dan ukir. Bahan yang digunakan dapat berupa batu, kayu, tanah liat, atau logam. Arca yang dibuat untuk memperingati seorang tokoh yang telah wafat dengan menambahkan ciri-ciri kedewaan disebut arca perwujudan.
ATRIUM (Ing.), Halaman terbuka di bagian dalam bangunan, biasanya terhubung dengan jalan masuk utama. (Lihat: Halaman)
ATAP, Bagian atas bangunan yang berfungsi sebagai penahan sinar matahari, angin, dan hujan. Atap mempunyai penutup yang bisa terbuat dari bahan-bahan organik seperti daun, kayu, atau bambu. Juga bahan-bahan anorganik seperti keramik, batu, atau logam. Jenis atap yang dibuat bertumpuk satu di atas lainnya disebut atap susun atau atap tumpang. Bagian tepi bawah atap disebut cucuran atap, bagian menyudut yang manjadi pertemuan dua bidang atau lebih atap disebut bubung atap atau bubungan. Adapun sudut yang berada di bagian paling atas atap disebut puncak atap. (Lihat: Bubung, Genteng, dan Sirap).
ARTEFAK, Semua benda yang diubah (modified) atau dibuat (made) oleh manusia dari bahan-bahan alam. Kacamata, paku, buku, cincin, kipas, sandal atau celengan adalah contoh artefak. (Lihat: Citra, Ekofak, Fitur, dan Paleolanskap)
ARANG, Bahan organik yang tidak terbakar sempurna, umumnya berwarna hitam. Arang didominasi oleh unsur karbon (C), tetapi karena masih menyimpan energi, arang sering digunakan sebagai bahan bakar pengganti kayu. Sisa pembakaran arang akan berupa abu. (Lihat: Abu)
ANYAMAN, Benda yang terbuat dari ikatan serat, benang, kayu, daun, atau bambu yang susunannya dibuat bersilangan dan bertumpuk satu di atas lainnya.
ANTROPOMORFIK, Gambar-gambar atau benda-benda yang bentuknya menyerupai manusia. Dibuat secara abstrak atau tidak nyata, tetapi tetap memperlihatkan unsur-unsur yang dapat dikenali sebagai bagian dari tubuh manusia. Adapun bentuk-bentuk lain menyerupai hewan disebut zoomorfik. (Lihat: Hiasan)
ANTING-ANTING, Perhiasan telinga yang dipakai dengan cara digantungkan pada cuping telinga. Pada umumnya memiliki bandul. (Lihat: Giwang)
ANTEFIKS, Unsur bangunan yang berfungsi sebagai hiasan bagian luar. Sering ditemukan pada bangunan candi dalam bentuk segitiga meruncing. Karena merupakan bagian dari struktur maka antefiks tidak dapat dipisahkan dari bangunan itu sendiri.
ANAK PANAH, Senjata penusuk yang dilontarkan dengan busur panah. Anak panah terbuat dari tangkai kayu, rotan, atau bambu berujung runcing. Anak panah terdiri atas tiga bagian, yaitu mata panah, tangkai panah, dan sirip. Tidak semua anak panah memiliki tiga komponen ini, misalnya ada jenis anak panah dari kayu atau rotan yang ujungnya ditajamkan sebagai pengganti mata panah. Mata panah bisa terbuat dari batu, kayu, tulang, atau logam. Selain meruncing, sisi-sisinya sering dibuat tajam agar memudahkan penetrasi ke bidang sasaran. Alat untuk melontarkan anak panah disebut busur panah, umumnya terbuat dari bahan kayu atau bambu. (Lihat: Busur)
AMPORA, Jenis botol berbahu lebar yang bagian dasarnya mengecil sehingga sering tidak dapat berdiri tegak. Biasanya terbuat dari keramik, memiliki satu atau dua tangkai melengkung yang berpangkal di bagian bahu dan mulut botol. (Lihat: Botol)
AMBANG PINTU, Komponen bingkai pintu yang terletak di bagian atas dan bawah, digunakan sebagai kedudukan daun pintu. (Lihat: Pintu)