PERAHU, Alat transportasi air sejenis sampan tetapi berukuran lebih besar sehingga dapat menampung banyak orang dan barang. Perahu dapat ditemukan baik di sungai, danau, maupun laut dan digerakkan dengan layar, dayung, mesin, atau kombinasi di antaranya. (Lihat: Kapal, Rakit, dan Sampan)
Komponen perahu biasanya dapat terdiri dari:
1. Lunas, batang-batang kayu atau logam yang berada di bagian tengah yang merupakan inti struktur kerangka perahu tempat bersatunya rusuk dan lambung. Lunas pada umumnya dibuat lebih menonjol sehingga memiliki kemampuan untuk membelah air, panjang lunas menentukan pula panjang perahu secara keseluruhan.
2. Rusuk, batang-batang kayu atau logam yang membentuk sisi-sisi perahu. Disebut juga gading-gading
3. Sirip, lembaran kayu atau logam di bagian bawah belakang perahu yang berfungsi sebagai pengarah jalannya perahu
4. Tiang layar, batang kayu atau logam yang berdiri di tengah perahu sebagai tempat menambatkan layar.
5. Layar, tekstil atau tikar yang ditambatkan pada tiang untuk menangkap angin. Terbuat dari tekstil, anyaman kulit kayu atau rotan
6. Dayung, alat pengayuh yang digunakan untuk memberikan daya dorong kepada perahu. Dayung memiliki dua bagian, yaitu penyibak berbentuk melebar dan tangkai yang berfungsi sebagai gagang.
7. Dinding kapal, susunan papan kayu yang membentuk badan kapal. Susunan papan ini disambung menggunakan pasak, paku, sekrup dan baut, atau tali.
8. Tumbuktu, tonjolan pada papan perahu kayu yang digunakan untuk mengikat papan-papan dinding perahu atau antara dinding perahu dengan gading-gading. Hanya ditemukan pada perahu-perahu kuno atau perahu tradisonal yang masih menggunakan sistem kuno.