KENDI, Wadah penyimpan air minum. Memiliki badan yang membulat dengan leher relatif tinggi sebagai pegangan yang sekaligus berfungsi sebagai saluran air. Bagian dasar kendi rata, baik yang membentuk kaki maupun tidak. Pada umumnya kendi dibuat dari keramik.
Ada dua jenis kendi, yaitu kendi bercorot dan kendi tanpa corot. Kendi bercorot adalah semua kendi yang memiliki saluran air mirip pipa berukuran kecil pada bagian bahu, jumlahnya bisa satu atau lebih. Pada kendi tanpa corot fungsi pipa sebagai jalan keluarnya air digantikan oleh bagian leher yang berdiameter lebih besar. (Lihat: Teko)
Sejenis kendi dengan corot satu atau lebih, tetapi hanya salah satunya yang memiliki lubang disebut
kendi maling (a). Air tidak dimasukkan melalui leher melainkan melalui corong di bagian dasar kendi, yaitu dengan cara merendamnya. Kendi maling banyak ditemukan di Jawa Tengah.
Kendi partolo (b) adalah kendi bercorot meninggi yang letaknya berdampingan dengan leher dan dihubungkan dengan tangkai yang berfungsi sebagai pegangan. Leher kendi ini ada yang bermulut lebar sebagai jalan masuknya air tetapi ada juga yang dibuat mengecil sehingga mirip dengan corot. Corotnya sendiri juga bisa berjumlah lebih dari satu. Banyak ditemukan di Sumatera, khususnya Sumatera bagian selatan.
Kendi susu (c), nama khusus yang diberikan pada semua kendi yang corotnya dibuat menggelembung, pada umumnya bercorot satu.
Sejenis kendi dengan corot pendek yang berdiri tegak pada bagian bahu dekat leher disebut
kundika (d). Kundika umumnya memiliki badan yang langsing mirip vas.